Seni merupakan ekspresi ruh dan budaya manusia yang mengandung dan mengungkapkan keindahan. Itu adalah fitrah yang dianugerahkan Allah swt. kepada manusia. Di sisi lain, al Qur'an memperkenalkan agama yang lurus sebagai agama yang sesuai dengan fitrah (baca QS ar-Rum (30): 30). Jika demikian, Allah SWT mustahil mengutuk mereka yang mengekspresikan keindahan atau mencintai seni.
Al Qur'an sangat menghargai seni. Al-Qur'an menyatakan bahwa Allah SWT menciptakan bintang-bintang antara lain untuk menjadi unsur keindahan langit (baca QS Fushshilat (41): 12). Bahkan, pemandangan kerbau yang kembali ke kandangnya dinyatakannya sebagai salah satu bentuk keindahan, dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan (QS an-Nahl (16): 6). "Sesungguhnya Allah indah, mencintai keindahan," demikian sabda Nabi SAW (HR. Muslim). Nyanyian pun dibenarkannya.
Bukankah Rasul SAW disambut dengan nyanyian ketika tiba di Madinah? Di rumah beliau pun pernah dua penyanyi yang mendendangkan lagu-lagu, beliau mendengarnya dan ketika penyanyi itu menyanyikan, "Kami mempunyai Nabi yang mengetahui apa yang terjadi esok," beliau menegurnya (HR Ahmad).
Memang, ada yang percaya bahwa setan menggunakan seni untuk menggoda manusia. Seruling, terompet, tambur, dan semacamnya adalah bagian dari alat-alat yang haram hukumnya—begitu antara lain tulisan Ibnu al-Jauzi (w. 597 H) dalam bukunya, Talbis Iblis, karena suara alat-alat itu digunakan iblis untuk mengelabui manusia. Iblis atau setan dipercaya oleh sementara orang memiliki peranan dalam karya-karya seni. Kita menolak kepercayaan partisipasi setan dalam karya-karya seni, namun tetap harus diakui bahwa ada setan—baik dalam pengertian hakiki atau metafora, setan manusia atau setan jin—yang menggunakan seni untuk mencapai tujuannya.
Harus diakui pula bahwa ada penyanyi maupun nyanyian yang merangsang timbulnya kejahatan atau keburukan. Dari sini dapat dimengerti mengapa ada ulama yang melarang atau paling tidak kurang senang dengan nyanyian dan menganggapnya suara setan. Di sisi lain perlu dicatat bahwa kaum sufi menjadikan nyanyian sebagai salah satu cara menggugah hati untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bahkan, Imam al-Ghazali berpendapat, "Siapa yang tidak berkesan di hatinya musim bunga dengan kembang-kembangnya, gambus (alat musik) dengan getaran-getaran nadanya, maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang tidak ada obatnya."
Oleh karena itu, kita harus memandang pada substansi sesuatu, baru menetapkan hukum atasnya—haram, makruh, atau selainnya. Hal yang terlarang dari nyanyian atau seni adalah yang melengahkan manusia dari tugas dan kewajibannya terhadap Allah SWT dan makhluk-Nya. Nyanyian yang terlarang adalah nyanyian yang menggunakan kalimat-kalimat yang tidak dibenarkan agama atau tidak wajar menurut budaya serta apa pun yang disertai dengan gerak gerik yang mengundang selera rendah atau rangsangan negatif. Itulah seni setan.
Terserah bagi Anda, apakah dia setan jin yang menyembunyikan diri sehingga tidak terlihat oleh manusia atau setan manusia yang justru membuka diri, sampai-sampai yang seharusnya ditutup pun mereka buka. Mereka itulah yang akan menjadi hulubalang dan dayang-dayang dalam rombongan iblis masuk ke neraka pada Hari Pembalasan kalau tidak bertaubat. Demikian, wallahu a'lam.
adalah groub seni pertunjukan dngn garapan seni koreografi yg aktraktif,inovatif dan penuh kreativitas dgn sentuhan musik yg menonjolkan perpaduan musik tradisional dengan msk modern dngn alunan syair yang bersifat mendidik menyatu dengan teriakan para penarinnya bercanpur suara gemerincing dari suara puluan kerincingan yang terpasang disetiap pasang kaki para penarinya yg mnjdkan sekaRRimba sebagai seni pertunjukan yang pnuh dgn kreatifitas dan religiusitas
Mengenai Saya
- Omah Kopi Kwadungan Temanggung
- Omah kopi Kwadungan Temanggung. merupakan Tempat pengolahan kopi Temanggung Baik arabika maupun Robusta. kegiatan kami adalah ngolah kopi "seko alas Tekan Gelas " artinya industri kopi dari hulu sampai hilir... mulai darinpengolahan lahan, proses paska panen , Roastery sampai produksi kopi kemasan sangrai dan kasan kopi bubuk
Rabu, 17 Agustus 2011
Senin, 27 Desember 2010
Wasiat ndantone sekaRRimba
RENUNGAN MALAM
Sejenak aku terhenyak dari tidurku kala suara kukuruyuk ayam berkokok tadi pagi. Dan aku pun segera bangun.tapi karena rasa kantuk yang begitu kuat mengungku akau pun ingin rasanya merebahkan kembali melanjutkan tidur malam ku. tapi mengingat juga bahwa aku harus menyambut fajar pagi yang tak pernah lelah tersenyum menyapaku maka aku pun malu untuk mengulangi tidur ku yang ke dua kali. Di sela-sela kesibukan ku menata diri untuk terus aktual menjadi manusia yang terus berkesadaran sebagai diri yang aktual, aku pun mulai merangkai seabrek agenda acara mulai mandi pagi hingga rencana tidur malam nanti.
Ternyata menjadi manusia itu tidak mudah. Akan ada serangkaian perbatasan yang sangat tipis yang membedakan kita diantara manusia dan selainnya. Yah, aku rasakan juga betapa memanusiakan manusia ternyata lebih sulit lagi. Aku pun kembali merenung ingin mengambil kesimpulan sendiri apa arti manusia dan siapakah manusia itu? Cukup bagiku menyadari bahwa manusia tak lebih dari......Ya ALLAH...ampuni aku hamba mu ini...Dalam ketakberdayaan ku masih sempat bermaksiat dalam keterbersitan akal pemberianMU. Dekap lah aku dalam ketakterbatasan samudera ilmuMU. Tenggelamkan lah aku ke dalam ketakterbatasan samudra ketunggalanMu.... Wahai Engkau segala Maha...wahai Engkau yang tak satupun keberadaanMU mampu menyentuhMu...Perjalankan lah diriku menurut pengetahuanMU..AMIN
Sejenak aku terhenyak dari tidurku kala suara kukuruyuk ayam berkokok tadi pagi. Dan aku pun segera bangun.tapi karena rasa kantuk yang begitu kuat mengungku akau pun ingin rasanya merebahkan kembali melanjutkan tidur malam ku. tapi mengingat juga bahwa aku harus menyambut fajar pagi yang tak pernah lelah tersenyum menyapaku maka aku pun malu untuk mengulangi tidur ku yang ke dua kali. Di sela-sela kesibukan ku menata diri untuk terus aktual menjadi manusia yang terus berkesadaran sebagai diri yang aktual, aku pun mulai merangkai seabrek agenda acara mulai mandi pagi hingga rencana tidur malam nanti.
Ternyata menjadi manusia itu tidak mudah. Akan ada serangkaian perbatasan yang sangat tipis yang membedakan kita diantara manusia dan selainnya. Yah, aku rasakan juga betapa memanusiakan manusia ternyata lebih sulit lagi. Aku pun kembali merenung ingin mengambil kesimpulan sendiri apa arti manusia dan siapakah manusia itu? Cukup bagiku menyadari bahwa manusia tak lebih dari......Ya ALLAH...ampuni aku hamba mu ini...Dalam ketakberdayaan ku masih sempat bermaksiat dalam keterbersitan akal pemberianMU. Dekap lah aku dalam ketakterbatasan samudera ilmuMU. Tenggelamkan lah aku ke dalam ketakterbatasan samudra ketunggalanMu.... Wahai Engkau segala Maha...wahai Engkau yang tak satupun keberadaanMU mampu menyentuhMu...Perjalankan lah diriku menurut pengetahuanMU..AMIN
Kamis, 23 Desember 2010
sekaRRimba Vs Crew Belajar indonesia
Sebuah keakraban yang terlalu mengesankan untuk dilupakan.....
semoga menjadi awal yang sangat mengesankan..........
semoga menjadi awal yang sangat mengesankan..........
Selasa, 21 Desember 2010
seni kreasi baru dari kabupaten Temanggung
Banyak masyarakat yang hanya mengetahui kesenian Topeng Ireng hanya sebagai sebuah tontonan seni tradisi semata. Namun di balik itu, kesenian rakyat yang basiknya berasal dari Magelang ini terkandung sebuah filosofi di dalamnya.
Menurut salah seorang pengasuh kelompok kesenian Topeng Ireng, nama Topeng Ireng berasal dari kata Toto Lempeng Irama Kenceng yang menata hidup secara baik dengan irama yang dinamis. “Pada masa pendudukan kolonial Belanda, pemerintahan setempat melarang masyarakat berlatih silat sehingga warga Desa Tuk Songo, yang tinggal dekat Candi Borobudur, mengembangkan berbagai gerakan silat itu menjadi tarian rakyat,”
Yang jelas tarian itu diiringi dengan musik gamelan dan tembang Jawa yang intinya menyangkut berbagai nasihat tentang kebaikan hidup dan penyebaran agama Islam, lanjutnya. “Jika kita pelajari lagi ,ada filosofi yang mendalam yang terpancar lewat lagu-lagu pengiring dan gerakan-gerakan kesenian ini yang banyak mempunyai arti. Jadi jika menonton Topeng Ireng masyarakat juga jangan terpaku dengan gerakannya saja tapi juga harus bisa mencerna pesan-pesan yang tertuang lewat lagunya
kesenian tradisi Topeng Ireng sudah mendarah daging di beberapa wilayah di Magelang.untuk itu akan kami kembangkan didaerah kami sebagai referensi atau seni yang punya nilai tambah untuk Kabupaten Temanggung.
Selasa, 14 Desember 2010
Langganan:
Postingan (Atom)



